“Cin(t)a” damai?

January 15, 2010 at 9:05 am Leave a comment

Sebuah film indie tentang keberagaman Indonesia, rencana dirilis (CMIIW) di London, 29 Mei 2009. Kabar terbarunya, film ini akan tayang di Blitz Megaplex. Tentang Cina, Perempuan, Tuhan, Suku, Agama, dan Cinta.


Adegan-adegan tidak Layak :

  • Dalam salah satu adegan ditunjukkan para tokoh utamanya mempertanyakan mengapa Allah menciptakan manusia beda-beda kalau Allah cuma disembah dengan satu cara.
  • Adegan lainnya bahkan dengan nyata menunjukkan pelecehan terhadap nama Anissa (yang menjadi nama tokoh utama wanita di film ini), dimana sang tokoh wanita mengucapkan dialog seperti ini:  “Udah tahu muka lu Cina, masih dikasih nama Cina.” (nama tokoh utama pria di film ini memang Cina). Lalu dijawab oleh si tokoh pria: “Tega kali Bapak kau, Sudah tahu muka kau perempuan, masih dikasih nama ‘perempuan’.” (maksudnya nama Anissa yang menjadi nama tokoh utama wanitanya, nama yang berasal dari bahasa Arab yang juga nama salah satu surat dalam Kitab Suci umat Islam, Al Qur’an, yang artinya perempuan).
  • Selain itu, ada adegan yang menunjukkan si pria sedang merayakan Natal, si wanita ikut di situ, ikut memberikan dukungan dengan penekanan bahwa semua agama sama. Ini dilengkapi pula dengan sejumlah cuplikan pengalaman pasangan beda agama (dari dunia nyata) yang lagi-lagi bertujuan utk meracuni remaja Islam (terutama remaja wanita) bahwa menjalin cinta dan kawin beda agama tidak dilarang oleh akidah Islam.

buat temen-temen yang pingin ngeliat review filmnya ada disini… review

antaranews memampang berita lain. kutipannya

Film Cin(t) A Tidak Untuk Merasionalisasikan Hukum Islam

Selasa, 2 Juni 2009 19:58 WIB | Hiburan | Film/TV |

London (ANTARA News) – Pelajar dari Institute for the Study of Muslim Civilisations mengatakan pertama kali meliat “tailer” film cin(T)a ia berprasangka film tersebut mencoba merasionalisasikan hukum agama Islam seperti halnya film “Berbagi Suami”.

Namun setelah menyaksikan filmnya, prasangka saya berubah film ini memang bisa dikatakan mendekati realitas yang ada, ujar Ika Arika, mahasiswa di Institute for the Study of Muslim Civilisations (ISMI) London usai menyaksikan film cin(T)a yang diputar di gedung School of Oriental and African Studies (SOAS) University of London, Senin Malam.

Usai pemutaran perdana film cin(T)a, garapan sutradara muda Sammaria Simanjuntak yang dilanjutkan dengan diskusi dengan moderator Dr Ben Murtagh, dosen dari School of Oriental and African Studies (SOAS) University of London.

Diskusi tersebut menghadirkan Adi Panuntun sebagai produser, Roland Samosir sebagai eksekutif produser, dan Sunny Soon, salah satu aktor cin(T)a.

Berbagai topik mengenai industri kreatif dan isu multikultur dibahas pada diskusi ini dan juga mempertanyakan mengenai perbedaan agama yang ada di Indonesia khususnya yang diangkat dalam film tersebut.

Sementara itu penonton lainnya Nani Clansey mengatakan film yang berjudul “cin(T)a” dapat dikatakan indah penayangannya apalagi disutradarai oleh anak muda berbakat yang berusia 25 tahun.

Film bercerita bagaimana pertentangan dihadapi sejoli muda yang tidak bisa menyatukan hati karena terbentur oleh Tuhan mereka yang berlainan.

Perjalanan cinta “segitiga” antara mereka berdua dan Tuhan mereka yang dikatakan sutradara adalah salah satu bagian dari kehidupan yang menimpa remaja dan anak muda yang hidup di kota-kota besar di Indonesia.

Anak muda yang berkreasi dan yang masih mau menjunjung pola pikir orang tua mereka harus mengorbankan perasaan mereka demi “menjaga” dan “memelihara” adat istiadat serta agama masing-masing.

Hanya satu yang tidak bisa diselesaikan adalah, mereka tidak bisa berkompromi dalam satu hal yaitu “agama”.

Inilah yang menjadi inti dari cerita film yang berjudul “cin(T)a” yaitu selain cinta dengan pasangan juga cinta dengan Tuhan, ujar Nani bersuamikan pria Inggris.(*)

Entry filed under: Uncategorized. Tags: , , .

Gus Dur, ulama yang seperti apa sih? Malaria ga pake “a”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ngalor Ngidul Ora Jebul

Selamat datang di blog Obrolan Cakruk

Mampir Ngombe

chat

Recent Posts

Lomba Blog UII

RSS detiknews

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.