Gus Dur, ulama yang seperti apa sih?

January 14, 2010 at 11:46 pm Leave a comment

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Ahzab : 59)

suatu surah Al-Qur`an yang saya dapat, ketika saya mencari tentang hukum berjilbab. Namun bukan itu yang menarik di benak saya, bukan soal hukum berjilbab namun soal salah satu ulama di indonesia, yang sangat dihormati. KH.Abdurahman Wahid, atau yang sering dikenal dengan nama Gus Dur. Kenapa dia? setelah tak amati, semua anak Gus Dur sepertinya, tidak memakai jilbab (perempuan). Baik yang sering muncul di televisi maupun tidak. Hanya sekali2 mereka memakai kerudung bukan jilbab. Setelah tak amati lagi, istri gusdur juga tidak memakai jilbab.

padahal kan udah jelas ada hukumnya. Masa ulama sebesar dia, yang notabene pernah memimpin indonesia, memimpin atau memberi aturan untuk keluarganya sendiri (aturan Al-Qur`an) tidak mampu.

Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk keluar pada Hari Fitri dan Adha, baik gadis yang menginjak akil balig, wanita-wanita yang sedang haid, maupun wanita-wanita pingitan. Wanita yang sedang haid tetap meninggalkan shalat, namun mereka dapat menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Muslim. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak memiliki jilbab?” Rasulullah saw. menjawab, “Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbabnya kepadanya.” (HR Muslim).

Hadis ini, di samping, menunjukkan kewajiban wanita untuk mengenakan jilbab ketika hendak keluar rumah, juga memberikan pengertian jilbab; bahwa yang dimaksud dengan jilbab bukanlah pakaian sehari-hari yang biasa dikenakan dalam rumah. Sebab, jika disebutkan ada seorang wanita yang tidak memiliki jilbab, tidak mungkin wanita itu tidak memiliki pakaian yang biasa dikenakan dalam rumah. Tentu ia sudah memiliki pakaian, tetapi pakaiannya itu tidak terkategori sebagai jilbab.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Gerhananya lama banged “Cin(t)a” damai?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ngalor Ngidul Ora Jebul

Selamat datang di blog Obrolan Cakruk

Mampir Ngombe

chat

Recent Posts

Lomba Blog UII

RSS detiknews

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.